Keanekaragaman Serangga di Gumuk Pasir Parangtritis, Yogyakarta

Minggu, 20 Januari 2013
Berikut ini merupakan Abstrak dari makalah saya dengan judul Keanekaragaman Serangga di Gumuk Pasir Parangtritis, Yogyakarta, yang sudah saya presentasikan di Seminar Nasional Biodiversitas di UNS pada 10 November 2012

Keanekaragaman Serangga di Gumuk Pasir Parangtritis, Yogyakarta
Hisyam, Rizki Sholeh, Sidqi Ahmad
Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada
Kelompok Studi Entomologi, Universitas Gadjah Mada (UGM)
Jl. Teknika Selatan, Sekip Utara, Yogyakarta 55281
Telp: +62-274-580839, 6492350 fax: +62-274-580839

ABSTRAK
Serangga sebagai organisme kosmopolitan memiliki kisaran hidup yang sangat luas. Terdapat sekitar 1.956.000 spesies serangga yang telah teridentifikasi dan hidup di berbagai habitat, salah satunya adalah gumuk pasir. Gumuk pasir Parangtritis Yogyakarta merupakan bentangan gunduk pasir yang memiliki karakteristik ekosistem yang khas dan merupakan satu-satunya gumuk pasir di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari keanekaragaman serangga pada ekosistem gumuk pasir parangtritis Yogyakarta. Sampling dilakukan bulan Juni - September 2012. Metode sampling yang digunakan adalah metode langsung dengan penangkapan menggunakan sweepnet yang dilakukan pada pukul 08.00-13.00 WIB dan metode tidak langsung dengan menggunakan pitfall trap yang dilakukan pada pukul 19.00 WIB serta light trap yang dilakukan pada pukul 19.00-21.00 WIB. Faktor lingkungan yang diukur adalah suhu udara menggunakan Termometer dan kelembaban udara dengan Higrometer. Sampel yang didapat kemudian diidentifikasi di Laboratorium Entomologi Fakultas Biologi UGM dengan menggunakan buku determinasi karangan Borror et al. Hasil penelitian menunjukan terdapat 9 ordo dengan 15 famili serangga yang terdapat di gumuk pasir Parangtritis Yogyakarta. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah keanekaragaman serangga di daerah gumuk pasir Parangtritis Yogyakarta tergolong cukup rendah.
Kata kunci: Keanekaragaman serangga, gumuk pasir, sweepnet, pitfall trap, light trap

0 komentar:

Poskan Komentar